Natureline – Ciptakan Lilin Pereda Stres

Arini Khoiriah, owner UKM Natureline

 

Saat merintis usaha, seorang pelaku UKM tak melulu harus menciptakan produk yang benar-benar baru. Tidak menutup kemungkinan, pelaku UKM memproduksi komoditas yang sudah ada di pasaran, namun dengan kualitas yang berbeda.

Hal yang sama dilakukan oleh Arini Khoiriah, pemilik UKM Natureline yang memproduksi aneka lilin aromaterapi sejak tahun 2008. Bersama suaminya, Arini memproduksi aneka lilin yang tidak sekadar berfungsi sebagai alat penerangan, namun juga berkhasiat untuk meredakan stres.

“Pasar untuk produk lilin masih sangat besar. Sedangkan produsen lilin tidak terlalu banyak. Bahkan kebanyakan hanya memproduksi lilin untuk penerangan saja. Ini jadi celah kami untuk memproduksi lilin aromaterapi,” katanya.

Aneka lilin aromaterapi buatan Natureline

Berbagai aroma digunakan dalam lilin buatannya, antara lain aroma bunga mawar, melati, kenanga, buah strawberry dan jeruk. Arini juga memproduksi lilin beraroma serai yang berkhasiat sebagai anti nyamuk.

Selain aroma, kemasan dan bentuk juga menjadi inovasi Arini dalam menjual produknya. Kemasan yang digunakan bervariasi, mulai dari gelas, cup, porselen, gerabah, hingga batok kelapa. Bentuk lilinnya pun tak kalah beragam. Ada yang berbentuk kelinci, bunga, arca, hingga tengkorak.

Dalam memasarkan produk buatannya, Arini bekerjasama dengan supermarket, toko suvenir, distributor dan reseller. Saat ini, lilin Natureline dapat dibeli di berbagai toko di Semarang, Solo, Boyolali, Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Banjarmasin dan Bali.

Khusus penjualan di Bali saja, Arini mendapatkan omzet Rp 30 juta per bulan. Dia juga mendapat pemasukan dari para reseller sebesar Rp 2 juta per bulan.

Arini bersama Ny Krisseptiana Hendrar Prihadi, istri Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, sekaligus Ketua Penggerak PKK Kota Semarang, dalam gelaran The 19th INACRAFT, Jakarta Convention Centre, 25-30 April 2017.

Arini juga rajin mengikuti berbagai pameran, baik berskala lokal maupun nasional. Tujuannya mengikuti pameran yakni untuk memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas, juga agar dapat berinteraksi langsung dengan para konsumennya.

“Konsumen harus selalu diedukasi, supaya mereka yang awalnya tidak tahu manfaat produk kami jadi tahu. Dari yang awalnya tidak berniat membeli, jadi tertarik membeli. Bagi konsumen yang sudah jadi langganan, dirangsang agar meningkatkan orderan,” katanya. [LAU]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *