Pelatihan Kalung Perca Bersama EQWIP HUBS

PELATIHAN- Para peserta pelatihan pembuatan kalung perca bersama EQWIP HUBS tengah serius membuat aneka kalung. Pelatihan itu dilaksanakan pada Sabtu (10/2), di Wisma Driyarkara, Jalan Dr Cipto nomor 238 Semarang.

 

Komunitas Tangan Terampil dan Eqwip Hubs sukses menyelenggarakan pelatihan membuat kalung dari kain perca, Sabtu (10/2), di Wisma Driyarkara, Jalan Dr Cipto nomor 238 Semarang.

Tak kurang dari 25 peserta, yang seluruhnya perempuan, mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang.

Dipandu Ibu Ari dan Ibu Ika, instruktur dari Komunitas Tangan Terampil, para peserta memulai pelatihan dengan membalik kain perca yang telah dijahit agar jahitannya tidak kelihatan.

Meski menggunakan alat bantu berupa kawat, namun tak sedikit peserta yang kesulitan membalik kain. Salah satunya adalah Robin Sage, volunteer Eqwip Hubs asal Kanada, yang juga mengikuti pelatihan ini. Setelah beberala kali percobaan, barulah gadis 23 tahun ini mahir membalik kain menggunakan kawat.

Setelah sukses membalik seluruh kain perca, para peserta mulai mengisi kain dengan manik-manik dan ring. Selanjutnya, peserta harus menyatukan kain berisi manik-manik dengan kain lainnya.

Untuk memperkuat pola, kain harus dijahit menjadi satu. Sisa kain yang ada pun dimanfaatkan untuk menutup bekas jahitan agar terlihat rapi.

Setelah 2,5 jam lamanya, para peserta akhirnya mampu menyelesaikan kalung berbahan perca batik buatannya sendiri. Raut lega sekaligus sumringah mulai tampak di wajah para peserta.

“Bikinnya capek tapi puas ya karena buatan sendiri,” cetus Lusia Lilis, Training Coordinator Eqwip Hubs yang juga ikut menjadi peserta pelatihan.

FOTO- Sesi foto bersama dengan EQWIP HUBS seusai kegiatan pelatihan pembuatan kalung perca, pada Sabtu (10/2), di Wisma Driyarkara, Jalan Dr Cipto nomor 238 Semarang.

 

Community Manager Komunitas Tangan Terampil Lucky Laurence berharap pelatihan ini dapat memantik semangat kewirausahaan para peserta, khususnya di bidang kerajinan tangan dan pemanfaatan limbah kain perca.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap bisa membangun kemitraan baru dengan peserta yang ingin berkembang bersama kami. Ada banyak yang bisa dikerjakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” katanya.

Melihat antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan tersebut, rencananya Tangan Terampil dan Eqwip Hubs akan menggelar pelatihan serupa sebanyak dua kali tiap bulannya. [lau]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *