Tangan Halus Yani Bisa Ubah Kain Tak Terpakai Jadi Uang Jutaan Rupiah

UMKM- Yani tengah memamerkan beragam produk hand made yang ia buat, seusai acara pelatihan pembuatan gantungan kunci, yang diadakan Tangan Terampil di DP Mall, Selasa (13/3).

 

SEJUMLAH perempuan nampak serius duduk berputar di salah satu sudut foodcourt DP Mall Semarang, Selasa (13/2). Tangan meraka tidak hentinya menarik ulur benang dan jarum ke kain perca yang ada di genggamannya.

Di atas meja nampak tumpukan beragam kain perca yang menunggu untuk dirangkai menjadi kerajinan yang bernilai manfaat.

Mereka adalah para wanita yang tengah mengikuti pelatihan pembuatan gantungan kunci berbahan kain perca yang diadakan komunitas Tangan Terampil.

Di antara puluhan perempuan yang tengah serius itu, salah satunya ada Yani. Dia mengatakan keingginanya mengikuti pelatihan ini begitu besar, hal itu ia lakukan karena ingin menambah keterampilan diri untuk pengembangan wirausahanya.

Yani sendiri kini telah memiliki komunitas yang bergerak di kerajinan hand made, yang setiap harinya membuat beraneka kerajinan mulai dari kotak hantaran pernikahan, tempat cicin, bando, bros serta beragam buah tanga liannya.

“Kalau pernak – pernik itu saya mulai sebelum menikah sekitar tahun 85, basicnya kan dari sekolah. Jadi saya kembangkan sendiri,” kata Yani, saat menceritakan awal ia mulai menekuni usaha kerajinan tangan itu.

Yani menambahkan, pada mulanya ia sebenarnya tidak mempunyai pekerjaan tetap, namun ketika ia melihat banyak kain – kain yang tidak terpakai di rumahnya, dia pun mencoba memanfaatkan dengan mengubahnya menjadi bros yang unik.

Setelah membuat banyak produk, Yani mengungkapkan ia pun mulai mendapatkan penghasilan yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan dapurnya. Seiring bertambahnya waktu, ia pun mulai sering mendapat pesanan dari tetangga sekitar, teman – temannya, bahkan ia juga bisa menerima pesanan dari luar kota.

Metode pemasaran yang dilakukan ibu tiga anak ini, adalah lebih kepada pendekatan perorangan. Ia mengaku belum punya toko online, Meskipun demikian ia mengatakan jika pesanan yang ada sudah lebih dari cukup.

“Pemasarannya bisa lewat komunitas, teman. Dan kayak kegiatan ini juga jadi cara promosi. Barusan juga di bulan ini kita menerima pesanan 200 dompet yang kemudian kita garap bertiga di rumah,” imbuhnya

Selain melalui metode perorangan, Yani menjelaskan bahwa ia juga sering mengkuti ajang pameran UMKM, baik di Mall maupun koperasi.

“Selama ini juga sudah sering ikut pameran baik dalam kota dan luar kota. Bahkan luar pulau juga pernah, jadi ikut dinas koperasi,” terangnya.

HAND MADE- Beragam pernak – pernik menarik milik Yani yang bisa jadi pilihan dengan harga terjangkau dan bahan berkualitas.

 

Punya Komunitas Sendiri

Lebih lanjut, Yani mengatakan ia pun mengikuti beragam komunitas, mulai dari komunitas Tangan Terampil itu. Sedangkan untuk usahanya di rumah, ia membuat komunitas Rumit (Rumah Jahit) bersama dengan tetangga rumahnya.

“Kalau yang Rumit, sudah setahunan. Kalau yang Lokapita sudah dari tahun 2015 ikutnya,” imbuhnya

Dijelaskan Yani, benar bahwa melalui komunitas semacam itu lah daya kreatifiatsnya bisa meningkat. Ia pun mengaku senang bisa bergabung dengan beragam komunitas.

“Dengan ikut komunitas lebih maksimal dan sangat membantu. Dan semoga ke depan bisa mendorong penjualan jadi makin banyak lagi,” jelasnya. [Muh]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *